PENGERTIAN JUDI, JENIS-JENIS DAN FAKTOR PENYEBABNYA

PENGERTIAN JUDI, JENIS-JENIS DAN FAKTOR PENYEBABNYA

1. Pengertian
Judi merupakan Penyimpangan Perilaku social. Dengan tegas Islam dan Negara melarang permainan ini dan menghukum bagi pelaku perbuatan tersebut..
            Banyak sekali definisi tentang judi dari berbagai kalangan, diantaranya yaitu :
Ø      Menurut  UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 303 ayat (3) KUHP “Yang dimaksud dengan permainan judi adalah tiap-tiap permainan, dimana kemungkinan untuk menang pada umumnya bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Dalam pengertian permainan judi termasuk juga segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segaa pertaruhan lainnya.”
Ø      Menurut Dra. Kartini Kartono, judi adalah pertaruhan
dengan sengaja, yaitu mempertaruhkan satu nilai atau sesuatu yang
dianggap bernilai, dengan menyadari adanya risiko dan harapan-harapan
tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan, pertandingan, perlombaan
dan kejadian-kejadian yang tidak / belum pasti hasilnya.
Ø      Dalam Ensiklopedia Indonesia, Judi diartikan sebagai suatu kegiatan
pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan,
permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat diduga sebelumnya.
Ø      Sementara Robert Carson & James Butcher (1992) dalam buku Abnormal Psychology and Modern Life, mendefinisikan perjudian sebagai memasang taruhan atas suatu permainan atau kejadian tertentu dengan harapan memperoleh suatu hasil atau keuntungan yang besar.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perjudian adalah perilaku yang melibatkan adanya risiko kehilangan sesuatu yang berharga dan melibatkan interaksi sosial serta adanya unsur kebebasan untuk memilih apakah akan mengambil risiko kehilangan tersebut atau tidak.

Dari sisi Islam judi dikenali sebagai Al-Maisir dan Al-Qimar. Ia bermaksud permainan yang mengandung unsur taruhan dan orang yang menang dalam permainan itu berhak mendapat taruhan tersebut Kesemuanya itu diharamkan dalam Islam. Hal tersebut sesuai Firman Allah dalam al-qur’an dan hadits Nabi yaitu :
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi (Al-Maisir), katakanlah bahawa pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” (Al-Baqarah : 219)
Rasulullah s.a.w bersabda :
“Barangsiapa berkata kepada saudaranya marilah kita bermain judi, maka hendaklah dia bersedekah.” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Berdasarkan dalil-dali di atas dapat disimpulkan bahawa Islam menjadikan judi sebagai satu kesalahan yang serius dan memandang hina apa saja  bentuk judi tersebut.
2. jenis-jenis Judi
Dalam PP No. 9 tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian,
perjudian dikategorikan menjadi tiga, yaitu :
·        Pertama, perjudian di Kasino yang terdiri dari Roulette, Blackjack, Baccarat, dll.
·        Kedua, perjudian di tempat keramaian yang terdiri dari lempar pasir atau bulu ayam pada sasaran atau papan yang berputar (Paseran), dll.
·        Ketiga, perjudian yang dikaitkan dengan kebiasaan yang terdiri dari adu
ayam, adu sapi, adu kerbau, pacu kuda, karapan sapi, adu domba.
3. Unsur-unsur dalam judi
Suatu perbuatan dikatakan judi jika mengandung beberapa unsure berikut, yaitu
v     Permainan atau perlombaan. Perbuatan yang dilakukan biasanya berbentuk permainan atau perlombaan.
v     Ada unsur sifat menguntungkan maaupun merugikan.. Biasanya perbuatan tersebut menguntungkan bagi yang menang, dan merugikan bagi yang kalah.
v     Ada taruhan. Dalam permainan atau perlombaan ini ada taruhan
yang dipasang oleh para pihak pemain atau bandar. Baik dalam bentuk uang ataupun harta benda lainnya.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berjudi
a. Faktor Sosial & Ekonomi
Bagi masyarakat dengan status sosial dan ekonomi yang rendah perjudian seringkali dianggap sebagai suatu sarana untuk meningkatkan taraf hidup mereka
b. Faktor Situasional
Situasi yang bisa dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi, diantaranya adalah tekanan dari teman-teman atau kelompok atau lingkungan untuk berpartisipasi dalam perjudian dan metode-metode pemasaran yang dilakukan oleh pengelola perjudian. Tekanan kelompok membuat sang calon penjudi merasa tidak enak jika tidak menuruti apa yang diinginkan oleh kelompoknya. Sementara metode pemasaran yang dilakukan oleh para pengelola perjudian dengan selalu mengekspose para penjudi yang berhasil menang memberikan kesan kepada calon penjudi bahwa kemenangan dalam perjudian adalah suatu yang biasa, mudah dan dapat terjadi pada siapa saja (padahal kenyataannya kemungkinan menang sangatlah kecil).
c. Faktor Belajar
Sangatlah masuk akal jika faktor belajar memiliki efek yang besar terhadap perilaku berjudi, terutama menyangkut keinginan untuk terus berjudi. Apa yang pernah dipelajari dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan akan terus tersimpan dalam pikiran seseorang dan sewaktu-waktu ingin diulangi lagi. Inilah yang dalam teori belajar disebut sebagai Reinforcement Theory yang mengatakan bahwa perilaku tertentu akan cenderung diperkuat atau diulangi bilamana diikuti oleh pemberian hadiah atau sesuatu yang menyenangkan.
d. Faktor Persepsi tentang Probabilitas Kemenangan
Persepsi yang dimaksudkan disini adalah persepsi pelaku dalam membuat evaluasi terhadap peluang menang yang akan diperolehnya jika ia melakukan perjudian. Para penjudi yang sulit meninggalkan perjudian biasanya cenderung memiliki persepsi yang keliru tentang kemungkinan untuk menang. Mereka pada umumnya merasa sangat yakin akan kemenangan yang akan diperolehnya, meski pada kenyataannya peluang tersebut amatlah kecil karena keyakinan yang ada hanyalah suatu ilusi yang diperoleh dari evaluasi peluang berdasarkan sesuatu situasi atau kejadian yang tidak menentu dan sangat subyektif. Dalam benak mereka selalu tertanam pikiran: "kalau sekarang belum menang pasti di kesempatan berikutnya akan menang, begitu seterusnya".


   D. PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Islam adalah agama yang sejajar dengan fitrah manusia. Islam melarang judi kerana ia menjadikan manusia menggantungkan harapannya kepada nasib, keuntungan yang tiba-tiba serta cita-cita kosong bukan kepada pekerjaan dan usaha melalui sebab musabab yang ditentukan oleh Allah taala.
Islam bertujuan untuk menjaga harta manusia dari musnah dan diambil secara salah. Sedangkan judi memusnahkan harta penjudi dan membuka pintu untuk mengambil harta orang lain melalui untung nasib semata-mata.
Perjudian yang sudah ada sejak adanya peradaban manusia  dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Hal ini memberikan pandangan kepada manusia bahwa perjudian seakan-akan menjadi lumrah untuk dilaksanakan. Perjudian bahkan cenderung dianggap sebagai tindakan konvensional yang menyebabkan tindakan penanggulangan terhadap perjudian sulit untuk dilakukan. Walaupun sudah ada larangan dan hukuman bagi yang melakukanya, tapi tidak pernah jera dan takut dengan hukuman tersebut. Kurangnya perhatian dari aparat hukum dan pemerintah serta tidak adanya niat dari masyarakat untuk menangani perjudian menjadi alasan utama perjudian tetap eksis dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


B. Saran
Perjudian sudah menjadi penyakit dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Bahkan masalah perjudian sudah menjadi penyakit akut masyarakat, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dan sistematis, tidak hanya dari pemerintah dan aparat penegak hukum saja, tetapi juga dari kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dan bahu membahu menanggulangi dan memberantas semua bentuk perjudian. Baik itu judi secara terang-terangan dan judi secara sembunyi-sembunyi.
Regulasi yang ada saat ini belum mampu menjawab permasalahan perjudian, khususnya di Indonesia. Pidana berat belum tentu mampu memberantas perjudian. Diperlukan mens rea atau niat dari masyarakat yang perlu menjadi pertimbangan dalam membuat peraturan yang benar-benar mampu menutupi ruang untuk melakukan perjudian. Untuk itu perlu dibuat peraturan baru yang tidak hanya memberikan peran penting kepada aparat hukum dan pemerintah dalam menangani perjudian tetapi juga peran penting kepada masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

Dr. Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, PT Ickhtiar Baru, Jakarta, 1997, jld 3
Ensiklopedia Nasional Indonesia, Op. cit
Kartini Kartono, op. cit
Solahudin. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Acara Pidana, & Perdata (KUHP, KUHAP, KUHPdt), Visimedia, Jakarta, 2008

Untuk yang ingin mendownload artikel ini silahkan klik gambar dibawah ini :


Posted by Muhammad syafi', Published at 12:36:00 PM and have 2 komentar

2 comments:

  1. apa perbedaan uang haram dg uang halal??
    sedangkan bekerja untuk mencari uang dan judi jg mancari uang.
    uang halal dan uang haram jika d campurkan jadi satu,apa kah bisa d beda kan mana yg halal dan mana yg haram?????????????

    ReplyDelete
  2. apa sih yang membuat orang mau menghabiskan uangnya untuk berjudi ????

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan Komentar Pada artkel ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Copyright © 2013 SHARING WITH SYAFI' AL-QUDSY | Re-Design Syafi' As-Salafy